Pernahkah kamu merasa bingung saat ingin bercerita tentang kejadian kemarin dalam bahasa Inggris? Nah, disinilah Regular Verb (kata kerja beraturan) menjadi penyelamatmu! Regular verb adalah kelompok kata kerja yang paling “penurut” karena mereka mengikuti pola yang tetap. Untuk mengubahnya menjadi bentuk lampau, kamu tidak perlu pusing menghafal perubahan kata yang aneh-aneh. Cukup tambahkan akhiran -ed atau -d di belakang kata dasarnya, dan voila! Kalimatmu sudah benar secara tata bahasa.
Menguasai Regular Verb adalah kunci utama untuk meningkatkan kepercayaan diri saat berbicara. Bayangkan betapa mudahnya bercerita tentang aktivitasmu hanya dengan mengingat satu aturan sederhana ini. Dari aktivitas bangun pagi hingga bekerja di kantor, sebagian besar kata kerja yang kita gunakan adalah jenis beraturan. Dengan memahami polanya, kamu bisa menyusun ribuan kalimat masa lalu tanpa harus sering-sering membuka kamus.
Topik Pembahasan
Ciri-Ciri Regular Verbs
Setelah memahami pengertiannya, sekarang mari kamu bedah apa saja yang membuat sebuah kata kerja disebut sebagai Regular Verb. Ciri-cirinya sangat konsisten, sehingga jika kamu menemukan kata kerja yang “asing”, biasanya kamu bisa menebak bentuk lampaunya dengan aturan ini. Berikut adalah ciri-ciri utama Regular Verbs:
Perubahan Akhiran yang Konsisten
Ciri paling mencolok dari kata kerja beraturan (regular verbs) adalah konsistensi pada bentuk kedua (V2) dan ketiga (V3) yang selalu identik, dimana kamu cukup menambahkan akhiran -d atau -ed pada kata kerja dasar (infinitive). Sebagai contoh, kata kerja Look (V1) berubah menjadi Looked (V2) dan tetap menjadi Looked (V3), sehingga pola ini sangat memudahkan dalam mempelajari tata bahasa karena tidak ada perubahan ejaan yang drastis antar bentuk waktunya.
Aturan Penulisan yang Terpola
Meskipun mayoritas kata kerja beraturan cukup ditambah dengan akhiran -ed, terdapat beberapa aturan penulisan (spelling) khusus yang menjadi ciri khasnya untuk menjaga konsistensi pelafalan. Jika kata kerja dasar sudah berakhiran huruf -e, kamu hanya perlu menambahkan -d (contoh: bake menjadi baked), sedangkan untuk kata kerja yang berakhiran konsonan-vokal-konsonan dengan penekanan di akhir, konsonan terakhir biasanya digunakan sebelum ditambah -ed (contoh: stop menjadi stopped).
Selain itu, jika kata kerja berakhir dengan huruf -y yang didahului konsonan, huruf tersebut berubah menjadi -i sebelum ditambah -ed (contoh: study menjadi studied).
Pola Bunyi Akhiran (Pronunciation)
Pengucapan akhiran -ed pada kata kerja beraturan tidaklah sembarangan, melainkan mengikuti tiga pola bunyi khas yang ditentukan oleh bunyi terakhir kata dasarnya. Akhiran ini dibaca sebagai /t/ jika kata kerja berakhir dengan suara tak bersuara seperti p, k, s, ch, atau sh (contoh: Wash menjadi Washed), dan dibaca sebagai /d/ jika berakhir dengan suara bersuara seperti b, g, l, m, r, v, atau z (contoh: Call menjadi Called).
Sementara itu, khusus untuk kata yang berakhir dengan huruf atau bunyi t dan d, akhiran tersebut dibaca sebagai suku kata tambahan /id/ agar lebih mudah diucapkan (contoh: Visit menjadi Visited atau Need menjadi Needed).

Bagaimana Pola & Contoh Penggunaan Regular Verbs?
Memahami pola Regular Verbs sebenarnya seperti mengikuti resep masakan yang sudah pasti takarannya. Polanya sangat teratur dan bisa diterapkan ke hampir semua kata kerja baru yang muncul dalam bahasa Inggris. Berikut adalah rincian pola perubahan beserta contoh penggunaannya dalam kalimat:
Regular Verb dalam Present Tense
Dalam penggunaan Simple Present Tense, kata kerja beraturan (regular verb) menggunakan bentuk dasar atau V1 dengan aturan yang bergantung sepenuhnya pada subjek kalimatnya. Untuk subjek orang pertama, kedua, dan jamak seperti I, You, We, dan They, kata kerja tetap pada bentuk aslinya tanpa tambahan apa pun. Sebagai contoh, dalam kalimat “I walk to school” atau “They play football,” kata kerja walk dan play tidak mengalami perubahan bentuk karena mengikuti subjeknya.
Namun, aturan ini berubah ketika subjek yang digunakan adalah orang ketiga tunggal, yaitu He, She, dan It, di mana kata kerja wajib ditambah akhiran -s atau -es. Penambahan ini berfungsi sebagai penanda tata bahasa yang konsisten, misalnya kata walk berubah menjadi walks dalam kalimat “He walks to school,” dan kata watch berubah menjadi watches dalam kalimat “She watches television.” Pemahaman terhadap pemisahan subjek ini sangat penting agar kalimat yang disusun tetap akurat.
Regular Verb dalam Simple Past Tense
Dalam Simple Past Tense, karakteristik utama dari kata kerja beraturan (regular verbs) menjadi sangat terlihat karena perubahannya yang konsisten dan mudah diprediksi. Untuk menyatakan kejadian yang telah terjadi di masa lalu, kamu cukup menggunakan bentuk V2 yang dibentuk dengan menambahkan akhiran -ed atau -d pada kata kerja dasar. Berbeda dengan Present Tense, pola ini jauh lebih sederhana karena berlaku seragam untuk semua jenis subjek, baik tunggal maupun jamak (I, You, We, They, He, She, It).
Sebagai contoh, jika kamu ingin menggunakan kata kerja cook (memasak), maka bentuknya akan berubah menjadi cooked untuk semua subjek, seperti dalam kalimat “I cooked dinner” atau “They cooked dinner.” Begitu pula dengan kata smile yang berakhir dengan huruf -e, kamu cukup menambahkan -d menjadi smiled, misalnya pada kalimat “She smiled at me.” Keseragaman pola ini membuat Simple Past Tense pada regular verbs menjadi salah satu bagian tata bahasa Inggris yang paling mudah dikuasai.
Baca Juga: Perbedaan Regular Verb dan Irregular Verb
Daftar Verb 1 2 3 yang Sering Digunakan
Perbedaan Regular Verbs vs Irregular Verbs?
Memahami perbedaan antara Regular Verbs dan Irregular Verbs adalah kunci utama untuk menguasai sistem tenses dalam bahasa Inggris. Perbedaan mendasarnya terletak pada konsistensi perubahan bentuk kata kerjanya. Berikut adalah tabel perbandingan untuk membantu kamu dalam membedakannya agar lebih mudah:
| Regular Verbs (Beraturan) | Irregular Verbs (Tidak Beraturan) |
| Sangat konsisten dan terprediksi. | Tidak konsisten dan tidak memiliki pola tetap. |
| Selalu diakhiri dengan -d atau -ed. | Bentuknya bisa berubah total, berubah sebagian, atau tetap sama |
| Cukup menghafal satu aturan (tambah -ed). | Harus dihafal satu per satu karena bentuknya unik. |
| Bentuk V2 dan V3 selalu identik (sama). | Bentuk V2 dan V3 bisa berbeda (contoh: Go-Went-Gone). |
Baca Juga: Kapan Harus Menggunakan Negative Adverbs?
Penggunaan Verb 2 Eat yang Tepat Beserta Contoh Kalimatnya
Secara keseluruhan, memahami Regular Verbs adalah langkah strategis bagi kamu yang ingin mahir berbahasa Inggris dengan cepat. Dengan pola yang konsisten dan aturan spelling yang jelas, kata kerja beraturan memberikan kemudahan bagi pembelajar untuk menyusun kalimat dalam berbagai tenses, baik untuk menyatakan rutinitas saat ini maupun menceritakan kenangan di masa lalu. Meskipun tantangan muncul pada perbedaan antara kata kerja beraturan dan tidak beraturan (Irregular Verbs), penguasaan pada fondasi dasar ini akan secara otomatis meningkatkan akurasi dan kepercayaan diri kamu dalam berkomunikasi secara internasional.
Untuk memaksimalkan pemahaman kamu dan melatih penggunaan kata kerja ini secara alami, ICAN Learning Center (ILC) hadir sebagai mitra belajar yang tepat. Di ILC, kami menyediakan metode pembelajaran interaktif yang fokus pada praktik langsung, sehingga kamu tidak hanya menghafal daftar kata kerja, tetapi mampu menggunakannya secara spontan dalam percakapan sehari-hari maupun kebutuhan akademik. Bersama mentor berpengalaman dan lingkungan belajar yang suportif, ILC siap membimbing kamu dalam menaklukkan berbagai tantangan tata bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan dan efektif. Bergabunglah bersama kami di ICAN Learning Center dan wujudkan kemampuan berbahasa Inggris yang mumpuni untuk masa depan kamu!





