Pengertian Passive Voice dalam Bahasa Inggris

Pengertian Passive Voice dan Contohnya dalam Bahasa Inggris

Pernahkah kamu membaca kalimat seperti “Kopi ini diseduh dengan cinta” atau “Pencuri itu akhirnya ditangkap polisi”? Dalam tata bahasa, struktur seperti ini disebut dengan Passive Voice atau kalimat pasif. Secara pengertian, passive voice adalah suatu bentuk kalimat dimana subjek kalimat tidak melakukan aksi, melainkan menerima aksi dari pihak lain. Jika dalam kalimat aktif kamu sering fokus pada “siapa yang melakukan”, maka dalam kalimat pasif kita justru “apa atau siapa yang dikenai perbuatan”. Sederhananya, subjek dalam kalimat ini adalah pihak yang “menerima nasib” dari sebuah tindakan.

Penggunaan passive voice seringkali membuat tulisan terasa lebih elegan, objektif, atau bahkan diplomatis. Kamu biasanya menggunakan pola ini ketika pelaku tindakan tidak diketahui, dianggap tidak penting, atau saat kamu ingin memberikan penekanan lebih pada peristiwa yang terjadi daripada sosok di baliknya. Struktur utamanya dalam bahasa Inggris selalu melibatkan Be + Past Participle (Verb 3). Dengan memahami passive voice, kamu bisa mengatur ulang fokus informasi dalam sebuah kalimat, sehingga tulisan kamu tidak membosankan dan terdengar lebih profesional di berbagai situasi.

Fungsi dari Kalimat Passive Voice

Berikut adalah penjelasan mengenai fungsi-fungsi Passive Voice dalam sebuah tulisan atau percakapan yang dapat kamu simak untuk membantu proses belajar kamu menjadi lebih efektif :

Menekankan pada Penerima Aksi (Objek)

Fungsi ini sangat krusial ketika subjek atau pelaku tindakan dianggap kurang signifikan dibandingkan dengan hasil atau peristiwa itu sendiri. Dengan menggunakan struktur ini, kamu dapat mengarahkan perhatian audiens secara langsung pada objek yang terdampak, sehingga informasi yang disampaikan terasa lebih lugas dan tepat sasaran. Hal ini sering ditemukan dalam penulisan jurnalistik, dokumen legal, maupun narasi sejarah yang lebih mengutamakan fakta peristiwa daripada identitas pelakunya.

Digunakan untuk Pelaku Aksi Tidak Diketahui (Unknown)

Fungsi lain yang sangat penting dari kalimat pasif adalah ketika kamu berada dalam situasi dimana pelaku tindakan benar-benar tidak diketahui atau anonim. Dalam konteks ini, penggunaan struktur pasif menjadi solusi tata bahasa yang paling logis karena kamu tidak memiliki subjek spesifik untuk diletakkan di awal kalimat. Dengan menggunakan format ini, kita tetap bisa menyampaikan informasi atau kejadian penting secara akurat tanpa harus berspekulasi tentang siapa individu yang bertanggung jawab atas tindakan tersebut.

Digunakan untuk Pelaku Aksi Sudah Jelas (Obvious)

Selain untuk menyederhanakan informasi, kalimat pasif sering digunakan ketika identitas pelaku tindakan sudah dianggap sebagai pengetahuan umum atau sangat jelas berdasarkan konteksnya. Dalam situasi seperti ini, menyebutkan pelaku aksi justru akan membuat kalimat terasa bertele-tele dan tidak efektif karena informasi tersebut tidak memberikan nilai tambah bagi pendengar. Dengan menghilangkan penyebutan pelaku, kalimat menjadi lebih padat dan fokus pembicaraan tetap terjaga pada inti peristiwa yang terjadi.

Menjaga Objektivitas

Penggunaan kalimat pasif sangat efektif untuk menciptakan kesan netral dan objektif, terutama dalam situasi yang bersifat sensitif atau penuh tekanan. Dengan struktur ini, kamu dapat menyampaikan informasi tanpa harus terkesan menyalahkan atau memberikan dukungan berlebih kepada pihak tertentu. Hal ini sangat berguna dalam komunikasi profesional, di mana penekanan pada tindakan atau solusi jauh lebih bijaksana daripada menekankan siapa yang bersalah atau siapa yang paling berjasa.

Menghindari Penyebutan Nama

Kalimat pasif sering kali menjadi alat komunikasi yang sangat efektif untuk menyampaikan kritik atau mengakui kesalahan secara diplomatis. Dengan menggunakan struktur ini, kamu dapat mengalihkan fokus dari kesalahan individu ke fakta bahwa suatu masalah telah terjadi.

Rumus Passive Voice & Contoh Kalimatnya 

Struktur kalimat pasif dapat dikenali dengan mudah melalui kombinasi antara “to be” (is, am, are, was, were, been, being) dan kata kerja bentuk ketiga (past participle). Meskipun banyak kata kerja yang secara konsisten berakhiran “-ed”, kamu perlu waspada terhadap kata kerja tidak beraturan (irregular verbs) seperti paid atau driven yang memiliki perubahan bentuk khusus.

Dengan menguasai pola to be + V3 ini, kamu dapat mengidentifikasi kalimat pasif secara cepat dalam berbagai konteks waktu. Berikut ini rumus kalimat passive voice dan contoh penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari:

Passive Voice dalam Simple Present

Dalam struktur tata bahasa, Simple Present Passive digunakan untuk menyampaikan pernyataan yang bersifat umum, atau aktivitas yang dilakukan secara rutin. Dengan menggunakan rumus am/is/are + past participle, kalimat ini menekankan pada kondisi atau keberadaan suatu objek yang berlaku secara permanen atau berulang dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai contoh “Thousands of packages are delivered every day.” (Ribuan paket dikirimkan setiap hari). Di sini, fokus utama adalah pada frekuensi pengiriman barang yang masif sebagai sebuah kebiasaan atau sistem yang berjalan, bukan pada kurir secara individu.

Contoh lainnya adalah fakta umum seperti “Coffee is grown in many parts of Indonesia,” yang menekankan pada status komoditas tersebut sebagai hasil bumi tanpa perlu menyebutkan petani secara spesifik, karena informasi yang ingin ditonjolkan adalah lokasi produksinya.

Passive Voice dalam Present Progressive

Rumus Present Continuous Passive, yaitu am/is/are + being + ed/en, digunakan untuk menekankan suatu aksi yang sedang terjadi tepat pada saat ini terhadap suatu objek. Struktur ini sangat berguna untuk memperbarui status suatu pekerjaan yang belum selesai tanpa harus menonjolkan siapa yang sedang melakukannya. Dengan menyisipkan kata “being”, kita memberikan penekanan bahwa proses tersebut bersifat sementara dan sedang berada dalam tahap pengerjaan.

Sebagai contoh, dalam situasi renovasi kantor, kamu bisa mengatakan: “The meeting room is being repainted this week.” (Ruang rapat sedang dicat ulang minggu ini). Penjelasan dari kalimat ini adalah fokus utama terletak pada transformasi ruangan tersebut yang sedang berlangsung, bukan pada tukang cat yang mengerjakannya.

Contoh lainnya adalah “Your order is being processed by our team,” yang memberikan informasi kepada pelanggan bahwa pesanan mereka sedang dalam penanganan aktif, sehingga menciptakan kesan pelayanan yang sigap dan transparan.

Passive Voice dalam Present Perfect

Rumus Present Perfect Passive, adalah has/have + been + ed/en, digunakan untuk menggambarkan tindakan yang telah selesai dilakukan di masa lalu namun hasilnya masih sangat relevan atau dampaknya masih dirasakan hingga saat ini. Struktur ini mengabaikan kapan tepatnya aksi itu terjadi dan lebih memilih untuk menekankan status terbaru dari objek tersebut. Penggunaan “been” disini menjadi penanda bahwa objek telah mengalami suatu proses yang kini telah mencapai titik penyelesaian atau pencapaian tertentu.

Sebagai contoh, dalam lingkungan profesional, kamu sering mendengar kalimat “The final report has been submitted to the manager.” (Laporan akhir telah diserahkan kepada manajer). Fokus utama kalimat ini adalah kepastian bahwa laporan tersebut sudah berpindah tangan dan siap untuk ditinjau, bukan pada siapa staf yang mengantarkannya.

Contoh lainnya adalah “This bridge has been renovated three times since 1990,” yang menekankan akumulasi pengalaman atau sejarah perbaikan jembatan tersebut yang relevansinya masih bertahan hingga sekarang sebagai bukti pemeliharaan infrastruktur yang berkelanjutan.

Passive Voice dalam Simple past

Rumus Simple Past Passive (was/were + ed/en) digunakan untuk menggambarkan peristiwa yang telah terjadi atau direncanakan di masa lalu. Struktur Simple Past Passive berfokus pada kejadian spesifik yang sudah tuntas pada waktu tertentu,. Simple Past Passive sangat efektif untuk menekankan objek sebagai pusat cerita sejarah atau narasi pengalaman tanpa harus membebani kalimat dengan penyebutan pelaku yang mungkin sudah tidak relevan lagi.

Sebagai contoh, dalam sebuah narasi sejarah, kita bisa mengatakan: “The castle was built in 1450.” (Kastel itu dibangun pada tahun 1450). Di sini, fokusnya adalah pada waktu berdirinya bangunan tersebut sebagai fakta sejarah.

Passive Voice dalam Past progressive

Rumus Past Continuous Passive, yaitu was/were + being + ed/en, digunakan untuk menggambarkan suatu tindakan yang sedang berlangsung pada momen spesifik di masa lampau. Struktur ini sangat berguna untuk memberikan latar belakang cerita atau menjelaskan situasi yang sedang berlangsung ketika peristiwa lain terjadi. Dengan menyertakan “being”, kamu memberikan penekanan pada durasi atau keberlangsungan aksi tersebut terhadap objek, sehingga audiens dapat menggambarkan proses yang sedang berjalan di masa lalu.

Sebagai contoh, dalam sebuah laporan investigasi, kamu mungkin menemukan kalimat “The suspicious luggage was being examined when the alarm went off.” (Koper mencurigakan itu sedang diperiksa ketika alarm berbunyi). Di sini, fokus utama adalah pada proses pemeriksaan koper yang sedang berlangsung sebagai latar belakang peristiwa alarm yang berbunyi.

Contoh lainnya adalah “The documents were being shredded all afternoon,” yang menekankan bahwa penghancuran dokumen tersebut memakan waktu sepanjang sore, tanpa perlu mendeskripsikan siapa individu yang berdiri di depan mesin penghancur kertas tersebut.

Passive Voice dalam Past Perfect

Rumus Past Perfect Passive adalah had + been + ed/en, digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu tindakan terhadap sebuah objek telah selesai dilakukan sepenuhnya sebelum peristiwa lain terjadi di masa lampau. Penggunaan “had been” memberikan penekanan pada status penyelesaian tugas atau kondisi objek tersebut di masa lalu.

Sebagai contoh, dalam konteks koordinasi proyek, kamu bisa mengatakan “The invitations had been sent before the event was cancelled.” (Undangan telah dikirimkan sebelum acara tersebut dibatalkan). Di sini, fokus kalimat adalah pada kepastian bahwa proses pengiriman undangan sudah selesai total sebagai aksi pertama, baru kemudian diikuti oleh pembatalan acara.

Contoh lainnya adalah “By the time the owner arrived, the fire had been extinguished,” yang menekankan bahwa proses pemadaman api sudah berhasil dilakukan secara tuntas sebelum kedatangan pemiliknya, sehingga memberikan gambaran situasi yang lebih tenang saat itu.

Passive Voice dalam Past Perfect Progressive

Rumus Past Perfect Continuous Passive, yaitu had + been + being + ed/en, merupakan struktur yang cukup kompleks dan jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari, namun sangat penting untuk akurasi durasi dalam narasi masa lalu. Fungsi utamanya adalah untuk menekankan bahwa suatu objek telah terus-menerus menjadi sasaran suatu tindakan selama periode waktu tertentu, sebelum akhirnya terhenti oleh peristiwa lain atau titik waktu tertentu di masa lampau. Penambahan kata “being” di sini berfungsi untuk mempertahankan aspek progresif atau keberlangsungan dari aksi tersebut.

Sebagai contoh, dalam sebuah laporan evaluasi pembangunan, kamu bisa mengatakan: “The bridge had been being repaired for months before it finally reopened last year.” (Jembatan itu telah terus-menerus diperbaiki selama berbulan-bulan sebelum akhirnya dibuka kembali tahun lalu). Fokus kalimat ini adalah pada durasi panjang dan konsistensi proses perbaikan yang dialami jembatan tersebut.

Contoh lainnya adalah: “The data had been being collected for a decade before the research was published,” yang menonjolkan betapa lamanya proses pengumpulan data berlangsung sebagai latar belakang sebelum publikasi penelitian dilakukan.

Passive Voice dalam Simple Future

Rumus Future Simple Passive, yaitu will + be + ed/en, digunakan untuk menyampaikan rencana, prediksi, atau keputusan mengenai apa yang akan dilakukan terhadap suatu objek di masa depan. Struktur ini sangat berguna dalam memberikan pengumuman atau instruksi di mana hasil akhir lebih penting daripada siapa yang akan melaksanakan tugas tersebut. Dengan menggunakan “will be”, kamu memberikan jaminan atau kepastian tentang peristiwa yang akan datang tanpa harus merinci identitas pelakunya secara spesifik.

Sebagai contoh, dalam sebuah pengumuman perusahaan, kamu mungkin akan menemukan kalimat: “The new policy will be implemented next month.” (Kebijakan baru akan diterapkan bulan depan). Fokus utama kalimat ini adalah pada waktu penerapan kebijakan tersebut sebagai informasi penting bagi karyawan, bukan pada jajaran direksi yang menandatanganinya.

Contoh lainnya adalah dalam ramalan cuaca atau teknologi, seperti: “Electric cars will be used by everyone in the future,” yang menekankan pada penggunaan massal kendaraan listrik sebagai prediksi masa depan yang objektif.

Baca Juga:
Macam Contoh Passive Form
Aturan Penggunaan Passive Voice

Secara keseluruhan, Passive Voice adalah alat tata bahasa yang sangat penting untuk menggeser fokus komunikasi dari pelaku tindakan kepada penerima aksi, sehingga penyampaian informasi terasa lebih profesional di berbagai situasi. Melalui penguasaan berbagai rumus mulai dari Simple Present hingga Future Passive, kamu dapat menyesuaikan konteks waktu dengan akurat tanpa harus selalu bergantung pada penyebutan subjek yang mungkin tidak diketahui atau kurang relevan.

Keterampilan menyusun kalimat pasif yang tepat adalah kunci untuk meningkatkan kualitas tulisan dan percakapan bahasa Inggris kamu ke tingkat yang lebih mahir. Agar proses belajar kamu semakin terarah dan mendalam, kamu dapat mengasah kemampuan tata bahasa ini bersama ICAN Learning Centre, tempat yang menyediakan metode belajar intensif untuk membantu menguasai struktur Passive Voice dan aspek grammar lainnya dengan lebih percaya diri!.

Form Konsultasi

Lengkapi Formulir berikut untuk memulai Konsultasi Gratis dengan tim ICAN English.

Form Konsultasi - Artikel